Kenapa banyak anak jalanan ?
Bukan karena mereka tidak punya orangtua
Bahkan orangtua mereka seharusnya bertanggung jawab
Tidak mengorbankan anak, dan tidak mengurusnya
Kenapa masih banyak anak jalanan ?
Mungkin dari sekian masalahnya
Salah satunya adalah nafsu yang tak terkendali
Kenapa masih ada anak jalanan ?
Tidak ada seorang pun yang mau jadi anak jalanan,
Anak punya orangtua, dan orangtua harus bertanggung jawab
Bukan yang lain, yang harus menanggungnya..
Jumat, 28 Oktober 2011
Sabtu, 15 Oktober 2011
KENANGAN KECIL
Pangkeng namanya,
Ada kelambu putih,
Dicuci jika sudah kelam,
Dipasang semasih basah,
Diperas berdua,
Sejuk menunggu kering,
(loveyouma..)
Kamis, 13 Oktober 2011
Perenungan dari sebuah alkisah...
Alkisah.... Pada suatu hari seorang ibu dan anaknya pergi menangkap ikan di kolam berlumpur. Mereka meraba-raba ke dalam lumpur mencari ikan. Suatu saat anaknya menggenggam seekor ular berbisa tanpa sepengetahuannya, lalu dia mengangkat dan menunjukkannya kepada ibunya. Ibunya mengetahui bahaya tersebut, namun perhatiannya disesuaikan dengan kondisi tersebut dan ia berkata kepada anaknya,
" Ikan yang bagus pegang erat-erat, jangan biarkan ikan itu lepas, saya akan datang dan menolongmu !"
Anak tersebut memegang leher ular itu dengan erat, dan dengan segera ibunya mendekat, mengambil dan memukul, lalu membunuhnya. Kemudian ia memberitahukan anaknya.
" Ini bukan seekor ikan, melainkan seekor ular berbisa, tetapi kalau sebelumnya saya beritahu, kamu mungkin takut dan melepaskannya, lalu ular itu akan berbalik menggigitmu, oleh karena itu saya harus menggunakan cara ini."...(Abhisamaya..)
" Ikan yang bagus pegang erat-erat, jangan biarkan ikan itu lepas, saya akan datang dan menolongmu !"
Anak tersebut memegang leher ular itu dengan erat, dan dengan segera ibunya mendekat, mengambil dan memukul, lalu membunuhnya. Kemudian ia memberitahukan anaknya.
" Ini bukan seekor ikan, melainkan seekor ular berbisa, tetapi kalau sebelumnya saya beritahu, kamu mungkin takut dan melepaskannya, lalu ular itu akan berbalik menggigitmu, oleh karena itu saya harus menggunakan cara ini."...(Abhisamaya..)
Kamis, 06 Oktober 2011
SUATU KEBIJAKAN
Pada hari yang sunyi seperti sekarang ini, segala sesuatu sangat hening, anda mungkin merasa bahwa anda sedang cemberut dan melakukan segala sesuatu dengan muka cemberut. Membuka pintu dengan muka cemberut, meminum teh dengan cemberut, berusaha begitu keras untuk bisa tenang, diam dan bergerak begitu lambat sehingga anda merasa resah. Sebaliknya anda juga bisa bersikap santai dan menyadari bahwa dibalik setiap kekhawatiran , keluhan, dan ketidak setujuan yang terus berkecamuk dalam pikiran anda, matahari selalu terbit di pagi hari, melintasi langit, dan turun di senja kala. Burung-burung masih beterbangan di langit, mengumpulkan makanan, dan membuat sarang. Rumput-rumput masih bergoyang ditiup angin atau diam tak bergerak. Bahan makanan, bunga-bunga, dan pohon-pohon masih tumbuh dari bumi. Banyak sekali kekayaan alam . Anda bisa menumbuhkan gairah hidup, minat, dan rasa keingin-tahuan anda. Anda bisa berhubungan dengan kegembiraan. Anda bisa memulainya sekarang...(kebijakan sejati..)
Jumat, 23 September 2011
M A K A N
Sewaktu kita miskin, berpikir besok yang dimakan apa..
Setelah kaya, berpikir besok makan dimana..
Begitu kaya raya, besok makan siapa..
Dan.., setelah jatuh sakit berpikir..
"Ternyata tidak enak makan apa saja.."
Setelah kaya, berpikir besok makan dimana..
Begitu kaya raya, besok makan siapa..
Dan.., setelah jatuh sakit berpikir..
"Ternyata tidak enak makan apa saja.."
Minggu, 18 September 2011
SI BAWANG PUTIH
Banyak jenis bumbu dapur yang tersedia di rumah kita, dapat dijadikan sebagai obat. Salah satunya adalah si bawang putih, yang rasa dan baunya khas tentunya. Secara rutin keprek 2 buah siung bawang putih yang besar, seduh dengan air yang baru mendidih, sekitar setengah gelas sedang. Diamkan tutup rapat dan minum selagi hangat. Cukup setiap pagi dan sore setelah makan. Suka atau pun tidak suka memang harus suka..kalau sang kolesterol jahat sudah menimbun dalam tubuh.Yuuk.. kita jaga kesehatan daripada nanti biaya semakin mahal..
Banyak manfaat bawang putih ini selain menyingkirkan kolesterol...
Banyak manfaat bawang putih ini selain menyingkirkan kolesterol...
Senin, 29 Agustus 2011
IDUL FITRI 1 SYAWAL 1432 H
Setelah selama satu bulan berpuasa, menahan rasa lapar dan haus, juga menahan segala hawa napsu. Akhirnya tiba saatnya yang dinanti, saat kemenangan bagi yang menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, Mohon maaf lahir dan batin...
Senin, 25 Juli 2011
ADA OASE DI SANA
Sebuah kamar yang pengap, tertutup,
Di beberapa sudut ada tisu berserakan,
Dipan dengan sprei yang kusut dan bau,
Ada kotoran tikus berwarna hitam
Ada beberapa gelas masih setengah isi,
Ada teh, ada kopi, ada air putih,
Ada banyak obat berserakan,
Di sudut kamar mandi,
Seember rendaman cucian yang ditinggalkan,
Ada juga cucian yang digantung, ditiriskan,
Kemana penghuni kamar pengap itu ?
Dia asyik bersandar di pohon yang rindang,
Dengan belaian sejuk, menina bobokan,
Asyik dia memainkan tasbih, melantunkan sebuah kebenaran,
Bukan tidak mungkin,
Si pohon akan tumbang,
Dan kamar pengap, tidak akan ada lagi..
Karena waktu tidak akan menunggu,
Penghuni kamar pengap,
Kemana kau akan lari..?
Setelah itu, setelah oase yang kau temukan tidak ada lagi...
Di beberapa sudut ada tisu berserakan,
Dipan dengan sprei yang kusut dan bau,
Ada kotoran tikus berwarna hitam
Ada beberapa gelas masih setengah isi,
Ada teh, ada kopi, ada air putih,
Ada banyak obat berserakan,
Di sudut kamar mandi,
Seember rendaman cucian yang ditinggalkan,
Ada juga cucian yang digantung, ditiriskan,
Kemana penghuni kamar pengap itu ?
Dia asyik bersandar di pohon yang rindang,
Dengan belaian sejuk, menina bobokan,
Asyik dia memainkan tasbih, melantunkan sebuah kebenaran,
Bukan tidak mungkin,
Si pohon akan tumbang,
Dan kamar pengap, tidak akan ada lagi..
Karena waktu tidak akan menunggu,
Penghuni kamar pengap,
Kemana kau akan lari..?
Setelah itu, setelah oase yang kau temukan tidak ada lagi...
Kamis, 07 Juli 2011
SWIMOLOGI
Seorang profesor muda melakukan perjalanan lewat laut. Dia adalah orang yang sangat pintar dengan sederetan gelar di belakang namanya. Tetapi dia hanya mempunyai sedikit pengalaman hidup, diantara awak dari kapal yang dinaikinya, ada seorang pelaut tua yang buta huruf. Pelaut itu sering mengunjungi kabin profesor muda itu untuk mendengarkan penjelasan mengenai berbagai macam hal, dan merasa sangat terkesan dengan apa yang diketahui oleh profesor muda itu.
Suatu malam, ketika pelaut itu akan meninggalkan kabin, sesudah beberapa jam percakapan, profesor itu bertanya :
" Hai pak tua, apakah kamu sudah pernah belajar geologi ?"
" Apakah itu pak ?
" Ilmu mengenai bumi."
" Belum pak, saya belum pernah bersekolah atau masuk perguruan tinggi, saya belum pernah mempelajari apa pun juga."
" O, pak tua, kamu telah menyia-nyiakan seperempat dari kehidupanmu."
Dengan wajah yang sedih pelaut tua itu kemudian pergi, " jika seorang terpelajar seperti itu berkata demikian , pasti itu benar," pikirnya. "Aku telah menyia-nyiakan seperempat dari kehidupanku."
Besok malamnya , profesor itu bertanya lagi :
" Pak tua, apakah kamu sudah belajar oseanografi ?"
" Apa itu, pak ?"
" Ilmu mengenai lautan."
" Belum pak, saya belum belajar itu juga."
" Oh, pak tua, kamu telah menyia-nyiakan separuh kehidupanmu."
Dengan wajah yang makin sedih pelaut itu pergi : " Aku telah menyia-nyiakan separuh dari kehidupanku. Orang yang sangat pintar itu telah mengatakan demikian."
Keesokan harinya lagi profesor muda itu bertanya :
" Pak tua, apakah kamu telah belajar meteorologi ?"
" Apakah itu pak ? Bahkan nama itu belum pernah saya dengar."
" Lho, itu ilmu tentang angin, hujan, dan cuaca."
" Tidak, belum pernah. Telah saya katakan , saya tidak pernah pergi sekolah. Saya belum pernah belajar apa pun juga."
" Kamu belum pernah mempelajari ilmu tentang bumi yang tempat kamu hidup ? Kamu belum pernah mempelajari ilmu tentang cuaca yang kamu temui tiap hari ? O, pak tua kamu telah menyia-nyiakan tiga perempat kehidupanmu."
Orang tua itu menjadi sangat tidak bahagia : " Orang yang sangat pintar ini mengatakan bahwa aku telah menyia-nyiakan tiga perempat dari kehidupanku ! Pasti berarti aku benar-benar telah menyia-nyiakan tiga perempat dari kehidupanku."
Keesokan harinya merupakan giliran pelaut tua itu. Dengan berlari-lari dia pergi ke kabin profesor muda itu dan berseru :
" Pak profesor, apakah bapak telah belajar swimologi ?"
" Swimologi ? Apa maksudmu ?"
" Apakah bapak bisa berenang ?"
" Tidak, saya tidak bisa berenang."
" Pak profesor, seluruh kehidupan bapak sia-sia belaka ! Kapal ini telah menabrak batu karang dan akan tenggelam. Mereka yang bisa berenang mungkin bisa mencapai pantai yang dekat, tetapi mereka yang tidak bisa berenang akan tenggelam. Saya ikut prihatin pak profesor. Seluruh kehidupan bapak benar-benar telah sia-sia."
Anda mungkin telah mempelajari semua "ologi" atau ilmu di duinia ini, tetapi kalau anda tidak belajar "swimologi", semua studi anda tidak ada gunanya. Anda mungkin telah membaca atau menulis buku mengenai berenang. Anda mungkin telah berdebat mengenai aspek-aspek teoritisnya yang dalam, tetapi bagaimana semua itu dapat membantu anda, jika anda menolak untuk masuk ke dalam air sendiri ? Anda haru belajar berenang.....( the art of living
Suatu malam, ketika pelaut itu akan meninggalkan kabin, sesudah beberapa jam percakapan, profesor itu bertanya :
" Hai pak tua, apakah kamu sudah pernah belajar geologi ?"
" Apakah itu pak ?
" Ilmu mengenai bumi."
" Belum pak, saya belum pernah bersekolah atau masuk perguruan tinggi, saya belum pernah mempelajari apa pun juga."
" O, pak tua, kamu telah menyia-nyiakan seperempat dari kehidupanmu."
Dengan wajah yang sedih pelaut tua itu kemudian pergi, " jika seorang terpelajar seperti itu berkata demikian , pasti itu benar," pikirnya. "Aku telah menyia-nyiakan seperempat dari kehidupanku."
Besok malamnya , profesor itu bertanya lagi :
" Pak tua, apakah kamu sudah belajar oseanografi ?"
" Apa itu, pak ?"
" Ilmu mengenai lautan."
" Belum pak, saya belum belajar itu juga."
" Oh, pak tua, kamu telah menyia-nyiakan separuh kehidupanmu."
Dengan wajah yang makin sedih pelaut itu pergi : " Aku telah menyia-nyiakan separuh dari kehidupanku. Orang yang sangat pintar itu telah mengatakan demikian."
Keesokan harinya lagi profesor muda itu bertanya :
" Pak tua, apakah kamu telah belajar meteorologi ?"
" Apakah itu pak ? Bahkan nama itu belum pernah saya dengar."
" Lho, itu ilmu tentang angin, hujan, dan cuaca."
" Tidak, belum pernah. Telah saya katakan , saya tidak pernah pergi sekolah. Saya belum pernah belajar apa pun juga."
" Kamu belum pernah mempelajari ilmu tentang bumi yang tempat kamu hidup ? Kamu belum pernah mempelajari ilmu tentang cuaca yang kamu temui tiap hari ? O, pak tua kamu telah menyia-nyiakan tiga perempat kehidupanmu."
Orang tua itu menjadi sangat tidak bahagia : " Orang yang sangat pintar ini mengatakan bahwa aku telah menyia-nyiakan tiga perempat dari kehidupanku ! Pasti berarti aku benar-benar telah menyia-nyiakan tiga perempat dari kehidupanku."
Keesokan harinya merupakan giliran pelaut tua itu. Dengan berlari-lari dia pergi ke kabin profesor muda itu dan berseru :
" Pak profesor, apakah bapak telah belajar swimologi ?"
" Swimologi ? Apa maksudmu ?"
" Apakah bapak bisa berenang ?"
" Tidak, saya tidak bisa berenang."
" Pak profesor, seluruh kehidupan bapak sia-sia belaka ! Kapal ini telah menabrak batu karang dan akan tenggelam. Mereka yang bisa berenang mungkin bisa mencapai pantai yang dekat, tetapi mereka yang tidak bisa berenang akan tenggelam. Saya ikut prihatin pak profesor. Seluruh kehidupan bapak benar-benar telah sia-sia."
Anda mungkin telah mempelajari semua "ologi" atau ilmu di duinia ini, tetapi kalau anda tidak belajar "swimologi", semua studi anda tidak ada gunanya. Anda mungkin telah membaca atau menulis buku mengenai berenang. Anda mungkin telah berdebat mengenai aspek-aspek teoritisnya yang dalam, tetapi bagaimana semua itu dapat membantu anda, jika anda menolak untuk masuk ke dalam air sendiri ? Anda haru belajar berenang.....( the art of living
Selasa, 28 Juni 2011
BENIH DAN BUAH
Sebagaimana penyebabnya, demikian pula akibatnya. Sebagaimana benihnya, demikian pula buahnya. Sebagaimana tindakannya, demikian pula hasilnya.
Di sebidang tanah yang sama, seorang petani menanam dua benih, yang satu benih tebu, yang lain benih neem tanaman tropis yang sangat pahit. Dua benih di tanah yang sama, mendapat air yang sama, sinar matahari yang sama, udara yang sama, Alam memberi nutrisi yang sama pada keduanya. Lalu dua tanaman kecil muncul dan mulai tumbuh. Apa yang terjadi pada pohon neem ? Pohon itu berkembang dengan rasa pahit di setiap seratnya, sedang tanaman tebu berkembang dengan rasa manis di setiap seratnya. Mengapa alam atau Tuhan , bila anda suka menyebutnya demikian, mengapa Tuhan begitu baik pada yang satu dan begitu kejam pada yang lain ?
Tidak, Tidak, alam bukan baik dan bukan kejam. Alam bekerja menurut hukum yang sudah pasti, alam hanya membantu agar sifat benih itu dapat terwujud. Semua nutrisi hanya membantu benih itu untuk mengungkapkan sifatnya yang laten di dalam dirinya. Benih tebu mempunyai sifat manis, karena itu tanamannya pun tak bisa lain kecuali manis, Benih neem mempunyai sifat pahit, karena itu tanamannya pun tak bisa lain kecuali pahit. Sebagaimana benihnya, demikian juga buahnya.
Si petani pergi ke pohon neem, membungkuk 3 kali, mengelilingi 108 kali, dan kemudian mempersembahkan bunga-bungaan, dupa, lilin, buah-buahan dan manisan. Lalu dia mulai berdoa. "Oh dewa neem, berilah aku buah mangga yang manis. Aku ingin mangga manis!" Kasihan dewa neem itu, karena dia tidak dapat memberinya. Dia tidak punya kuasa untuk memberi mangga manis. Jika seseorang ingin mangga manis, dia harus menanam benih mangga. Dengan demikian dia tak perlu menangis dan memohon bantuan dari siapapun. Buah yang akan dia peroleh tak bisa lain kecuali mangga manis. Sebagaimana benihnya, demikian buahnya.
Sulitnya kebodohan kita menyebabkan kita selalu sembrono saat menanam benih. Kita terus menerus menanam benih neem. Tetapi bila sudah tiba waktunya pohon itu berbuah, kita tiba-tiba menjadi waspada dan penuh perhatian. Kita ingin mangga manis. Lalu kita terus menerus menangis dan berdoa serta mengharapkan mangga manis. Hal seperti itu tidak ada gunanya...(The art of living)
Di sebidang tanah yang sama, seorang petani menanam dua benih, yang satu benih tebu, yang lain benih neem tanaman tropis yang sangat pahit. Dua benih di tanah yang sama, mendapat air yang sama, sinar matahari yang sama, udara yang sama, Alam memberi nutrisi yang sama pada keduanya. Lalu dua tanaman kecil muncul dan mulai tumbuh. Apa yang terjadi pada pohon neem ? Pohon itu berkembang dengan rasa pahit di setiap seratnya, sedang tanaman tebu berkembang dengan rasa manis di setiap seratnya. Mengapa alam atau Tuhan , bila anda suka menyebutnya demikian, mengapa Tuhan begitu baik pada yang satu dan begitu kejam pada yang lain ?
Tidak, Tidak, alam bukan baik dan bukan kejam. Alam bekerja menurut hukum yang sudah pasti, alam hanya membantu agar sifat benih itu dapat terwujud. Semua nutrisi hanya membantu benih itu untuk mengungkapkan sifatnya yang laten di dalam dirinya. Benih tebu mempunyai sifat manis, karena itu tanamannya pun tak bisa lain kecuali manis, Benih neem mempunyai sifat pahit, karena itu tanamannya pun tak bisa lain kecuali pahit. Sebagaimana benihnya, demikian juga buahnya.
Si petani pergi ke pohon neem, membungkuk 3 kali, mengelilingi 108 kali, dan kemudian mempersembahkan bunga-bungaan, dupa, lilin, buah-buahan dan manisan. Lalu dia mulai berdoa. "Oh dewa neem, berilah aku buah mangga yang manis. Aku ingin mangga manis!" Kasihan dewa neem itu, karena dia tidak dapat memberinya. Dia tidak punya kuasa untuk memberi mangga manis. Jika seseorang ingin mangga manis, dia harus menanam benih mangga. Dengan demikian dia tak perlu menangis dan memohon bantuan dari siapapun. Buah yang akan dia peroleh tak bisa lain kecuali mangga manis. Sebagaimana benihnya, demikian buahnya.
Sulitnya kebodohan kita menyebabkan kita selalu sembrono saat menanam benih. Kita terus menerus menanam benih neem. Tetapi bila sudah tiba waktunya pohon itu berbuah, kita tiba-tiba menjadi waspada dan penuh perhatian. Kita ingin mangga manis. Lalu kita terus menerus menangis dan berdoa serta mengharapkan mangga manis. Hal seperti itu tidak ada gunanya...(The art of living)
Langganan:
Postingan (Atom)









